Sejarah

Kamis, 15 November 2018


Kabupaten Bima terletak di ujung timur dari Provinsi Nusa Tenggara Barat pada posisi geografis 118°44”-119°22” Bujur Timur dan 08°08”- 08°57 Lintang Selatan. Batas-batas wilayahnya: Laut Flores di Utara; Samudera Indonesia di Selatan; Kabupaten Dompu di Barat; dan Selat Sape di Timur. Kabupaten Bima terdiri dari 18 Kecamatan, yaitu: Kecamatan Ambalawi, Belo, Bolo, Donggo, Lambitu, Lambu, Langgudu, Madapangga, Monta, Palibelo, Parado, Sanggar, Sape, Soromandi, Tambora, Wawo, Wera dan Woha. Luas wilayah keseluruhan adalah 438.940 Ha atau 4.389,40 Km². Sebagian besar pekerjaan masyarakat adalah petani dan Nelayan.

 

Sejarah penanggulangan bahaya Narkotika dan kelembagaannya di BNNK BIMA dimulai tahun 2014 pada saat dikeluarkannya Rekomendasi Bupati Bima Nomor 045.2/018/03.2/2014 Tahun 2014 tentang usulan Pembentukan BNN Kabupaten Bima kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Surat Rekomendasi dari Bupati Bima ini juga disertai dengan Penyerahan Aset kepada BNN RI berupa Tanah seluas 2.050 M2 yang diperuntukkan untuk pembangunan kantor BNNK Bima yang terletak di wilayah Desa Panda Kabupaten Bima atau tepatnya disamping kantor KPU Kabupaten Bima.

BNNK Bima berdiri Bulan Oktober tahun 2015 yang tentu saja diawali dengan terbentuknya Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang dikoordinir oleh Bagian Admnistrasi Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Bima. BNNK Bima mulai dirintis oleh lima orang personil yang dipekerjakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima.

  1. BNNK Bima dikepalai oleh seorang Kepala BNN Kabupaten;
  2. Sub.Bagian Umum yang dikepalai oleh seorang Kepala Sub.Bagian Umum.
  3. Sie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) dipimpin oleh seorang Kepala Sie P2M.
  4. Sie Pemberantasan hingga saat ini  tahun 2019 masih kosong personil.
  5. Sie Rehabilitasi yang dipimpin oleh Kepala Sie Rehabilitasi.
Selama kurun waktu 5 tahun setelah dibentuk, BNN Kabupaten Bima telah mengalami 4 (empat) kali pergantian pimpinan, yaitu :
  1. Kompol Jolmadi, S.Pd (Periode Oktober 2015 s/d Oktoer 2016);
  2. AKBP H. Ahmad, SH (Periode 2016 s/d 2017);
  3. AKBP Ivanto Aritonang, ST (2017 s/d 2019);
  4. AKBP Hurri Nugroho, SH, MH (Periode Juli 2019 s/d .......)